Pemanfaatan Cai di Dusun Kleyang Gunung

Pemanfaatan Cai di Dusun Kleyang Gunung

Pemanfaatan Cai di Dusun Kleyang Gunung

Monday, December 8, 2014

Pemanfaatan Cai di Dusun Kleyang Gunung

Filled under:
Print Friendly and PDF Translate

Tumbuhan cai sebagai wirausaha

Mayoritas masyarakat di dusun Kleyang Gunung desa Pungungan kecamatan Mojo Tengah kabupaten Wonosobo adalah seorang petani. Mereka memanfaatkan hasil bumi sebagai ladang usaha salah satunya adalah tumbuhan Cai.
Tumbuhan kucai atau kerap disapa cai ini jarang ditemukan di tempat lain. Tetapi tumbuhan ini banyak tumbuh di area Wonosobo yang konon menjadi tumbuhan khas daerah ini. Tumbuhan cai tersebut dijadikan usaha oleh para petani di dusun Kleyang Gunung Desa Pungungan Kecamatan Mojo Tengah Kabupaten Wonosobo.
Masa panen yang mudah
Tumbuhan cai ini kebanyakan ditanam di area pegunungan. Dengan cara menanam akar dari tumbuhan tersebut kemudian diberi pupuk dan tinggal menunggu hasil panen. "Menanam tumbuhan cai ini sangatlah gampang, tidak membutuhkan waktu dan perawatan yang sulit". Kata Pariyah yang ditemui redaksi Sabtu, 15 November 2014.
Petani lain yang ditemui oleh redaksi yaitu Jereminah. Beliau mengatakan bahwa menanam tumbuhan cai hanya melakukan satu kali tanam, dengan cara menanam akar tumbuhan dari cai itu, dan selanjutnya proses ini tidak dilakukan karena dalam proses panen hanya daun saja yang dipanen, lalu akar dari tumbuhan itu dibiarkan saja dengan maksud agar akar tumbuh kembali dan siap dipanen lagi.
"Tumbuhan cai yang bagus adalah yang daunnya tebal dan tinggi", ujar Jereminah  lagi. Tumbuhan ini ketika musim hujan daunnya akan tumbuh tebal dan lebih cepat panen daripada musim kemarau. Jika musim kemarau cai akan tumbuh bagus tebal dan tinggi tetapi untuk menikmati hasil panennya harus menunggu lebih lama dari musim hujan.
"Saya biasa memanen cai ini kurang lebih dalam waktu 20 hari", kata Jereminah. Praktek penanaman tanaman ini memang tidak membutuhkan perawatan yang khusus, hanya dengan cara pemberian pupuk organik dan pupuk urea secara berkala dan pembersihan rumput pengganggu pada tanaman disekitar akar tunbuhan, masa panen pun relatif singkat, hanya menunggu selama 20 hari tanaman ini sudah dapat dipanen dengan ciri daun sudah tebal dan memanjang.


Pemanfaatan cai sebagai usaha.
Jereminah selaku petani cai mengatakan bahwa hasil panennya akan dijual ke pasaran dengan harga Rp.1000,- per ikatnya.
 "Selain untuk konsumsi sendiri, cai ini juga dijual kepada warga di pasar, warung-warung kecil, juga dijual ke penjual bermotor keliling yang selanjutnya akan dipasarkan di kota", Ujarnya.
Warga Dusun ini, biasa memanfaatkan tumbuhan yang khas dari Wonosobo tersebut  sebagai bumbu kripik, yang dijadikan sebagai bumbu penyedap. Selain itu juga bisa digunakan sebagai sayur tambahan di dalam gorengan tahu dan tempe kemul dengan cara cai tersebut diiris kecil-kecil lalu dicampurkan ke tepung. Cai juga bisa dijadikan sayuran, bisa untuk sayur bening, sayur oseng dsb.
( Ana & Anis )




Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2014. "MASTER MUNYIL". Designed by: BigsMaster