MENGGUGURKAN KEBENCIAN DALAM KEHIDUPAN

MENGGUGURKAN KEBENCIAN DALAM KEHIDUPAN

MENGGUGURKAN KEBENCIAN DALAM KEHIDUPAN

Wednesday, January 9, 2013

MENGGUGURKAN KEBENCIAN DALAM KEHIDUPAN

Filled under:
Print Friendly and PDF Translate

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh ,
Bismillahi Rahmaani Rahiim…..

Berteman dengan siapapun adalah sesuatu yang menggembirakan. Banyak Mutiara Hikmah yang berserakan dimanapun justru yang muncul dari orang-orang yang sederhana. Salah satunya Penjual Sate Ayam. Awalnya mengenal Ia dibulan Suci Ramadhan beberapa tahun yang lalu. Orang Madura ini baik dan ramah. Itulah yang membuat dagangan satenya menjadi ramai.

Pada suatu hari Ia bercerita bahwa pada saat di bulan Ramadhan dirinya bisa kewalahan melayani pembeli. Sampai dia mengajak Sanak Saudaranya ikut membantunya berjualan, termasuk Bapaknya sendiri. Lanjutnya,Ia Bercerita Bahwa pada satu sore para Pembeli sudah banyak yang mengantri. Bapak dan Saudara-Saudara sibuk melayani , sementara dirinya pulang untuk mengambil lontong dan sate ayam dirumah.

Sekembali ke warung dan pembeli sudah mulai berkurang. Adzan maghrib berkumandang. Sang Bapak menghampiri dirinya dan mengatakan bahwa kotak uang Penjualan hari ini telah hilang diambil Orang. Sebagai gantinya Bapaknya bersedia bekerja selama Ramadhan tidak usah digaji.

Hari telah berlalu, seminggu kemudian. Habis jelang adzan maghrib ada seorang Pemuda pesan sate ayam beserta lontong. Bapaknya langsung melayaninya.Orang itu dilayani dengan istimewa, membuat anaknya menjadi heran, kenapa Bapak memperlakukan dia sangat istimewa. Mulai dari membakarkan sate, menyiapkan Lontongnya, Teh hangatnya dengan sangat ramahnya.

“Bapak, siapakah dia? Kenapa Bapak melayani dengan Sangat Istimewa?’

Apa dia Pejabat Kelurahan?” Katanya penuh keheranan.

“Bukan. Dia itu yang mengambil kotak uangmu tempo hari.” Jawab bapaknya.

“Mendengar jawaban Bapak seperti itu rasanya darah saya mendidih. Kepingin rasanya saya luapkan amarah Saya pada Orang itu.’ tutur Sang Penjual sate.

‘Tapi Bapak saya mencegah dengan mengatakan. ‘ Kamu tidak usah marah. Dia adalah guru sejatimu sebab dari Dialah, dirimu bisa belajar mengubah Bencimu menjadi Cinta.’ lanjutnya, Dia Berlaku Begitu Karena Memiliki Alasan: Yaitu Dia Membutuhkan Uang Pada Waktu Itu Untuk Biaya Berobat Salah satu adiknya Yang Kritis..Sekarang Dia Membayar Kelancangannya Dengan Nilai Lebih Dari Yang Diambilnya.Disertai Dengan Permohonan Maaf Yang Sebesar-besarnya...

Nampak berkaca-kaca Bapak Bercerita , bebarapa kali tangannya mengusap air mata yang yang jatuh dipipinya untuk memahami makna hidup yang diajarkan oleh Bapak Bagaimana mengubah Benci menjadi Cinta. Subhanalloh….Allahu Akbar..

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui’ QS. Al Baqarah : 216

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh .



Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2014. "MASTER MUNYIL". Designed by: BigsMaster